Wagub Sarbin Sehe Pantau TKA Hingga Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Halut

Halut – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menyoroti keterbatasan komputer dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) serta pentingnya menyesuaikan kuota penerimaan siswa baru dengan kapasitas ruang belajar. Catatan itu mengemuka saat Sarbin memantau pelaksanaan TKA dan progres revitalisasi sekolah di Kabupaten Halmahera Utara, Selasa, 27 Oktober 2026.

Sarbin didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara, Hertje Manuel, meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 1 Halmahera Utara. Ia juga memantau pekerjaan revitalisasi di SMK Bia Bato dan SLB Negeri Tobelo.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sofyan, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar sekaligus mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.

“Pelaksanaan TKA berjalan lancar, hanya ada catatan infrastruktur komputer masih kurang,” kata Sofyan.

Menurut dia, keterbatasan perangkat komputer menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar pelaksanaan evaluasi akademik siswa dapat berjalan lebih optimal. Ketersediaan sarana pendukung penting untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan mengikuti ujian dengan baik.

Selain fasilitas ujian, kebersihan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut. Sarbin turut menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya perlunya kejelasan mengenai batas waktu konsumsi makanan.

Sofyan mengatakan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan memberikan keterangan mengenai batas waktu konsumsi makanan agar pelaksanaan program tersebut tetap memperhatikan keamanan pangan bagi siswa.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe saat berpose bersama para guru dalam memantau pelaksanaan TKA dan progres revitalisasi sekolah di Kabupaten Halmahera Utara, Selasa, 27 Oktober 2026. (Foto: RRI/IGMTV)

Persoalan daya tampung sekolah juga menjadi catatan dalam evaluasi pendidikan. Menurut Sofyan, penerimaan siswa baru ke depan perlu disesuaikan dengan ketersediaan ruang belajar agar jumlah peserta didik sebanding dengan kapasitas fasilitas yang dimiliki sekolah.

Di sisi lain, pemantauan revitalisasi di SMK Bia Bato dan SLB Negeri Tobelo menunjukkan progres pekerjaan yang dinilai berjalan baik. Meski demikian, kebersihan ruangan setelah pekerjaan revitalisasi tetap menjadi perhatian agar fasilitas yang telah diperbaiki dapat digunakan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik.

Sarbin juga menyinggung pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi siswa. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan rutin, tetapi juga membantu mendeteksi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Sasaran PKG adalah untuk mendeteksi apakah ada siswa yang mengidap penyakit tertentu yang perlu mendapatkan penanganan lanjutan,” ujar Sofyan.

Selain sarana fisik dan layanan kesehatan, pemerintah daerah turut mendorong setiap sekolah memikirkan identitas atau keunggulan yang dapat menjadi ciri khas masing-masing satuan pendidikan.

Menurut Sofyan, penguatan identitas sekolah perlu dipertimbangkan agar setiap satuan pendidikan memiliki arah pengembangan yang jelas dan mampu menunjukkan keunggulannya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Hasil pemantauan tersebut menjadi catatan bagi pengelola pendidikan untuk terus meningkatkan mutu layanan sekolah. Perbaikan tidak hanya menyangkut bangunan dan fasilitas, tetapi juga kecukupan perangkat pembelajaran, kebersihan lingkungan, kesehatan siswa, serta perencanaan daya tampung peserta didik.


Sumber: RRI Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *