Harga Plastik di Ternate Melonjak Signifikan, Pedagang Mengeluh
Ternate – Harga jual plastik di Kota Ternate mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Harga plastik dilaporkan naik hingga 60 hingga 65 persen, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat.
Kenaikan ini mulai dirasakan sejak dua minggu sebelum perayaan Lebaran dan terjadi pada hampir seluruh jenis plastik yang beredar di pasaran. Kondisi tersebut turut berdampak pada harga berbagai produk turunan berbahan plastik.
Imron, pemilik Toko Plastik Putri Aulia di Kelurahan Gamalama, menyebutkan bahwa lonjakan harga tidak hanya terjadi pada plastik, tetapi juga pada barang lain yang menggunakan bahan dasar serupa. Ia mengatakan, harga produk berbahan plastik naik sekitar 30 persen, sementara plastik itu sendiri mengalami kenaikan paling tinggi.
“Informasi dari pabrik dan distributor di Surabaya, Solo, dan Jakarta menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik geopolitik menyebabkan distribusi biji plastik ke Indonesia menjadi terbatas,” ujar Imron, saat dikonfirmasi, Selasa, 7 April 2026.
Keterbatasan pasokan tersebut memicu peningkatan permintaan, sementara stok di pasaran terus menipis. Kondisi ini membuat harga plastik melonjak tajam, mengingat bahan baku plastik berasal dari turunan minyak mentah yang distribusinya sangat bergantung pada jalur internasional.
Imron mengaku, hampir 90 persen pelanggannya mengeluhkan kenaikan harga tersebut. Ia khawatir kondisi ini akan berdampak pada pelaku usaha, khususnya sektor UMKM makanan dan minuman yang sangat bergantung pada plastik sebagai kemasan.
Sebagai contoh, plastik ukuran 15 kategori orisinil yang sebelumnya dijual Rp7.000 kini melonjak menjadi Rp13.000. Selain faktor bahan baku, kenaikan biaya ekspedisi sebesar 25 hingga 30 persen juga turut mendorong tingginya harga di tingkat pengecer.
Kenaikan harga ini turut dirasakan pelaku UMKM. Cindar Muntaha, pedagang gorengan di Ternate, mengaku harga plastik kemasan yang biasa dibelinya seharga Rp9.000 per paket kini naik menjadi Rp13.000. Ia berharap harga plastik dapat segera kembali normal agar tidak membebani usahanya.
Hal serupa disampaikan Dewi, reseller plastik asal Pulau Obi yang biasa membeli dalam jumlah besar di Ternate. Ia mengungkapkan, harga satu karung plastik yang sebelumnya sekitar Rp1.050.000 kini melonjak menjadi Rp1.500.000, sehingga memaksanya menaikkan harga jual kepada pelanggan.
Dewi bahkan harus mengurangi layanan kepada pembeli kecil. Ia mengaku tidak lagi menyediakan kantong kresek untuk pelanggan yang berbelanja di bawah Rp10.000, sebagai dampak dari tingginya harga plastik yang terus meningkat.
Sumber: RRI Ternate



Tinggalkan Balasan