Malam Takbiran Warga Akelamokao Pawai Obor Keliling Kampung
Akelamokao – Para pemuda dan pemudi, Desa Akelamo Kao, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara dan Remaja Masjid Nurul Bilad Desa Akelamo Cinga-Cinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Kamis (19/3/2026) malam, mengadakan takbiran dengan pawai obor keliling sambil berjalan kaki.
Pawai obor keliling dengan berjalan kaki ini sebagai bentuk menjaga tradisi, sebab sudah menjadi kebiasaan yang dilaksanakan tiap tahunnya pada malam takbiran atau malam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Koordinator Takbiran Pawai Keliling Muhammad Djen mengatakan secara hukum agama pawai keliling menggunakan obor pada malam takbiran adalah mubah (boleh).
“Artinya tidak dipermasalahkan, karena menggunakan obor menjadi salah satu syiar Islam untuk memeriahkan atau meramaikan – hari kemenangan,” kata Djen disela-sela pawai obor.
Menurutnya, pawai obor keliling ini sudah bagian dari tradisi yang identik dengan kebiasaan ummat muslim di Indonesia pada malam Idulfitri.
“Lewat pawai obor ini untuk mengungkapkan rasa kegembiraan dan semangat menyambut hari kemenangan,” ucapnya.
Namun katanya, pawai obor berkeliling dengan berjalan kaki, tetap harus memperhatikan adab, seperti tidak mengganggu aktivitas orang lain dan menjaga keamanan.
Sementara, obor yang disiapkan untuk pawai ada 100 buah lebih, terbuat dari bambu. Katanya, tahun ini tidak ada kentongan seperti tahun-tahun sebelumnya karena kondisi/waktu.
Ia berharap dengan pawai obor keliling seperrti ini dapat menumbuhkan atau membangkitkan semangat penerus.
“Tadi ramai anak-anak, artinya ada generasi penerus yang lahir di desa ini,” ujarnya.
Remaja masjid, Wahyu mengaku kebiasaan pawai obor dengan berjalan kaki sudah menjadi tradisi tiap tahunnya, untuk menyambut hari kemenangan, setelah sebulah penuh berpuasa.
“Sudah waktu kecil saya ikut pawai keliling dengan obor, masih sampai sekarang juga, rasanya macam ada yang kurang kalau tidak ikut takbiran – sambil memegang obor,” kata Wahyu.
Remaja masjid lainnya, Maria mengatakan hal yang sama. Baginya pawai obor keliling ini hal yang dinanti-nantikan saat Ramadhan dan menyambut Idulfitri, setelah berpuasa selama sebulan.
“Sudah lama saya ingin berpartisipasi karena seru, menambah suasana lebaran. Kalau dibilang capek sih capek (lelah), tapi seru karena ramai-ramai dan sudah jadi ciri khasnya di sini,” tutupnya.
Reporter: Abd Jalil Idrus



Tinggalkan Balasan