IGMTV.net – Bintang serial Netflix, Lily Collins, dipilih untuk memerankan ikon Hollywood Audrey Hepburn dalam film baru yang mengangkat kisah di balik pembuatan film komedi romantis klasik tahun 1961, Breakfast at Tiffany’s.

Dikutip dari The Guardian, Senin (23/2) waktu setempat, pemeran serial Emily in Paris itu mengumumkan kabar tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Collins mengungkapkan rasa haru dan bangganya setelah hampir satu dekade mengembangkan proyek tersebut.

“Setelah hampir 10 tahun pengembangan dan kekaguman serta pemujaan seumur hidup untuk Audrey, akhirnya saya dapat berbagi ini. Terhormat dan gembira pun tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan saya,” tulis Collins.

Film yang belum diberi judul ini akan diadaptasi dari buku nonfiksi karya Sam Wasson berjudul Fifth Avenue, 5 AM: Audrey Hepburn, Breakfast at Tiffany’s and the Dawn of the Modern Woman. Buku tersebut mengisahkan cerita di balik layar produksi “Breakfast at Tiffany’s” dan dampaknya terhadap budaya populer serta citra perempuan modern.

Skenario film ini akan ditulis oleh Alena Smith, kreator serial Dickinson. Collins juga menandai rumah produksinya, Case Study Films, yang tengah mengembangkan proyek tersebut bersama Imagine Entertainment.

Film ini digadang-gadang menjadi kisah lengkap pertama tentang proses pembuatan “Breakfast at Tiffany’s”, mencakup dinamika sejak tahap praproduksi hingga pascaproduksi. Hingga kini, pemeran karakter lain maupun sutradara film tersebut belum diumumkan.

Sebagai informasi, “Breakfast at Tiffany’s” awalnya merupakan novel karya Truman Capote yang diterbitkan pada 1958. Berlatar era 1940-an di New York, cerita ini mengikuti kehidupan Holly Golightly, seorang sosialita glamor yang diperankan Hepburn dalam versi filmnya. Kisahnya berpusat pada hubungan Golightly dengan tetangga barunya, di tengah kehidupan glamor dan pergaulannya dengan pria-pria kaya yang berpotensi menggagalkan masa depan cintanya.

Dengan proyek ini, Collins diharapkan mampu menghadirkan kembali pesona dan kompleksitas sosok Audrey Hepburn, sekaligus memperkenalkan sisi lain di balik film klasik yang telah menjadi bagian penting sejarah perfilman dunia.