Kadikbud Gerak Cepat Mitigasi Dampak Erupsi Dukono di SLB Negeri Tobelo
Sofifi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengambil langkah cepat merespons dampak aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang memengaruhi proses belajar mengajar di SLB Negeri Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Eskalasi aktivitas Gunung Dukono yang kini berstatus Level II atau Waspada dilaporkan berdampak pada sejumlah fasilitas publik, termasuk sektor pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SLB Negeri Tobelo.
Berdasarkan laporan lapangan, intensitas erupsi menyebabkan kerusakan pada bangunan sekolah, terutama ruang kelas 1 hingga 6. Sejumlah tegel dinding terlepas, sementara sebagian atap bangunan roboh, sehingga lingkungan sekolah dinilai tidak lagi aman untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas akademik guna mengutamakan keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Abubakar Abdullah langsung menginstruksikan jajaran teknis untuk melakukan intervensi cepat melalui peninjauan lapangan pada Selasa 21 April 2026.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Ruslan Zainuddin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
“Peninjauan langsung ini merupakan komitmen pak Kadis dan jajaran teknis Dikbud dalam merespons krisis pendidikan di wilayah terdampak bencana,” ujar Ruslan Zainuddin saat dihubungi Selasa (21/4/2026).
Dalam kunjungan itu, tim teknis memfokuskan penanganan pada dua agenda utama. Pertama, melakukan verifikasi fisik untuk menilai tingkat kerusakan bangunan dan menentukan skala prioritas rehabilitasi. Kedua, menyiapkan langkah mitigasi akademik agar hak belajar siswa berkebutuhan khusus tetap terpenuhi melalui skema pembelajaran yang sesuai.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan pascabencana, baik melalui perbaikan sarana dan prasarana maupun dukungan psikososial bagi warga sekolah. Koordinasi lintas sektor akan segera dilakukan agar SLB Negeri Tobelo dapat kembali beroperasi secara aman dan normal.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah provinsi yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan khusus di tengah tantangan bencana alam.
Sumber: RRI Ternate



Tinggalkan Balasan