DPPPA Malut Bantu Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa Batang Dua
Ternate – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban gempa bumi di pos pengungsian Kelurahan Mayau, Batang Dua, Kota Ternate, Sabtu 11 April 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk membantu anak-anak yang terdampak bencana agar dapat kembali merasa aman dan nyaman setelah mengalami situasi yang mengguncang secara emosional.
Dipimpin langsung Kepala Dinas PPPA Maluku Utara, Hairia, para anak diajak bermain sambil belajar melalui berbagai aktivitas edukatif. Suasana pengungsian yang sebelumnya penuh kekhawatiran berubah menjadi lebih ceria dengan tawa dan semangat anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga menerima makanan ringan selama kegiatan berlangsung.
Hairia menjelaskan, trauma healing bukan bertujuan menghapus ingatan atas peristiwa bencana, melainkan membantu korban memulihkan rasa aman, mengembalikan kontrol diri, serta memproses pengalaman pahit agar tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.
“Permainan yang kami gunakan adalah permainan edukasi untuk melatih fokus dan kerja sama tim, serta permainan tradisional guna melepaskan rasa gundah selama berada di camp pengungsian,” ujar Hairia.
Ia mengatakan antusiasme anak-anak cukup tinggi. Menurutnya, senyum dan semangat bermain yang kembali terlihat menjadi tanda positif dalam proses pemulihan psikologis para penyintas cilik.
“Alhamdulillah antusias anak-anak cukup tinggi, mereka bisa tersenyum dan bermain. Semoga kondisi di Batang Dua cepat pulih sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing dengan rasa aman,” katanya.
Selain menyasar anak-anak, tim Dinas PPPA Maluku Utara juga memberikan layanan konseling bagi orang dewasa di lokasi pengungsian. Konseling kelompok dilakukan untuk mendengarkan berbagai keluhan dan persoalan yang dialami warga selama berada di tenda pengungsian.
Tim juga memberikan edukasi tentang langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi, cara mengendalikan diri ketika bencana datang, hingga teknik sederhana untuk mengurangi kecemasan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PPPA Maluku Utara bersama tim psikologi menggunakan sejumlah metode pemulihan seperti grounding, cerita bebas, latihan pernapasan, serta permainan interaktif.
Pendampingan dilakukan secara bertahap tanpa paksaan, karena setiap individu memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Jika ditemukan warga dengan tingkat kecemasan berat, mereka akan dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari psikolog atau psikiater.
Sumber: RRI Ternate



Tinggalkan Balasan