Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi melalui strategi kolaborasi dengan GARUDA AI serta program global Microsoft Elevate.

Kerja sama ini difokuskan untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi berbasis cloud. Melalui inisiatif tersebut, Pemprov Maluku Utara menargetkan pengambilan keputusan berbasis data, peningkatan kualitas layanan publik, hingga efisiensi kinerja birokrasi.

GARUDA AI sendiri merupakan inisiatif teknologi yang fokus pada pengembangan dan implementasi solusi kecerdasan buatan untuk mendorong transformasi digital, baik di sektor publik maupun swasta di Indonesia.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetje, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan era digital.

“AI adalah tantangan global yang harus direspons serius oleh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui pelatihan GARUDA AI, kami berharap ASN semakin siap beradaptasi dan mampu bekerja lebih cepat, tepat, dan akuntabel dalam mendukung tata kelola pemerintahan,” ujar Kadri saat membuka kegiatan secara virtual, Rabu 8 April 2026.

Kolaborasi program ini meliputi sejumlah fokus utama, di antaranya penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui integrasi data lintas perangkat daerah, pemanfaatan analisis AI untuk kebijakan publik, peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan digital dan literasi AI, serta penguatan keamanan data sesuai standar global.

Melalui Microsoft Elevate, Pemprov Maluku Utara juga memperoleh akses terhadap teknologi mutakhir, pelatihan, serta pendampingan dalam implementasi solusi digital yang berkelanjutan.

Perwakilan GARUDA AI menegaskan, transformasi digital tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga mengubah budaya kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami percaya bahwa transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang perubahan budaya kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,”ucapnya.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menempatkan Maluku Utara sebagai salah satu daerah pelopor dalam penerapan tata kelola pemerintahan berbasis AI di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital, khususnya di kawasan timur Indonesia.


Sumber: RRI Ternate