IGMTV.net – Hujan deras yang mengguyur Makassar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jumlah warga terdampak terus bertambah. Kondisi ini memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah titik aman yang telah disiapkan pemerintah setempat. Aparat kebencanaan pun bergerak cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar (BPBD), jumlah pengungsi tercatat mencapai 878 jiwa dari 239 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian. Lokasi pengungsian tersebut berada di berbagai fasilitas umum seperti masjid, sekolah, hingga posyandu.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahir, menyampaikan bahwa sejak awal terjadinya cuaca ekstrem, seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak. Petugas melakukan evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan, asesmen cepat di lapangan, serta memastikan tidak adanya korban jiwa.

BPBD juga terus memantau tinggi muka air melalui sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta Automated Water Level Recorder (AWLR). Selain itu, koordinasi intensif dilakukan bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sejumlah peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air. Hingga saat ini, situasi secara umum dilaporkan aman dan terkendali, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan menghindari jalur dengan genangan tinggi.

Sementara itu, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar sebelumnya telah merilis peringatan potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan yang diperkirakan berlangsung sejak 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.

Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam setiap kondisi kebencanaan, demi memastikan keselamatan dan perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.