Site icon Media Televisi Maluku Utara

Ratusan Lahan Kebun Masyarakat di Dua Desa Halut-Halbar Dilahap Si Jago Merah, Warga Hanya Pasrah

Kebakaran hebat di lokasi perkebunan warga di Dusun Gusidi, Desa Akelamo Kao, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (25/9/2026). (Foto: KARIBO-MUD/IGMTV)

Halbar – Musim kemarau yang sudah terjadi dua bulan belakangan ini, menyebabkan sejumlah lahan kebun milik warga di dua desa di Desa Akelamo Cinga-Cinga, kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat dan di Desa Akelamokao, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilahap si jago merah.

Penyebab kebakaran belum juga terkonfirmasi secara detail oleh pemerintah setempat, namun di duga kuat penyebabnya api berasal dari puntung rokok yang dibuang  atau sisa-sisa pembakaran tumpukan kayu kebun milik warga diwilayah itu. Media ini mencoba menelusuri berbagai sumber dari keterangan warga pemilik kebun yang juga ikut hangus terbakar mengatakan bahwa sumber api berasal dari sisa putung rokok yang dibuang oleh pengendara.

Namun ada juga warga yang mengatakan bahwa sumber api berasal dari gesekan bambu kering yang menyebabkan percikan api. Informasi lain yang diperoleh dari berbagai sumber bahwa api semula terjadi di pinggiran jalan raya Trans Halmahera Tobelo-Sofifi yaitu disekitar Dusun Lame, Desa Akelmao Kao, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara.

Dari situlah kata warga penyebab kebakaran itu terjadi dan hingga merembet ke berbagai lahan kebun warga yang berada di dua desa tersebut. Semula warga mencoba ikut memadamkan dengan alat seadanya namun karena api makin membesar dan merambat ke lahan kebun warga yang lain, sehingga api tidak bisa dikendalikan. Memasuki minggu kedua ini, si jago merah terus membesar dan terus menjalar kemana-mana dari lahan yang satu ke lahan yang lain.

Warga di dua desa tersebut sudah berusaha berjebaku ikut memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena api makin membesar dan merambat ke lahan yang lain sehingga mereka juga ikut kuwalahan dan hanya mampu memadamkan yang seadanya. Hingga kini Si jago merah tidak pernah lelah dan belum ada tanda-tanda api akan padam, baik siang maupun malam, api tidak mau padam dan terus merembet ke lahan kebun warga yang lain.

Dari musibah itu, warga pemilik lahan hanya bisa pasrah melihat tanaman mereka terbakar habis rata dengan tanah.

Bahkan sampai berita ini dipublikasi, si jago merah belom juga redah, api terus menjalar dan membesar ke berbagai tempat, di dusun Gusidi dan di perkebunan kelompok milik warga dua desa saat ini api terus merambat dan makin membesar. Pemilik lahan di kebun kelompok saat ini masih bersiaga penuh jika lahan mereke diserbu oleh si jago merah. Meraka hanya mengantisipasi dengan menyediakan mesin pompa air atau mesin alkon untuk menyiram tanaman mereka yang bisa mereka selamatkan.

Informasi sebelumnya juga dikabarkan bahwa api juga merambat masuk ke area pemukiman warga di desa Akelamo Cinga-Cinga, Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat, tepatnya di belakang sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Bahri Akelamo. Disitu warga bergotong royong mengangkut air seadanya untuk menyiram api yang mrembet ke lahan kebun warga dan memghanguskan ratusan tanaman merka. Dari kekompakan warga tersebut, pada larut malam api sudah bisa kendalikan, namun warga tetap waspada dengan adanya api susulan.

Sementara itu, sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) juga ikut diarahkan ke lokasi kebakaran di dua desa tersebut. Petugas damkar hanya bisa memadamkan api yang bisa mereka jangkau, namun petugas juga tidak bisa berbuat banyak karena area lokasi di Dusun Gusidi sangat susah dijangkau oleh mobil damkar. Akhirnya warga di dua desa hanya bisa pasrah ketika melihat api makin membesar dan menghanguskan tanaman mereka yang ada di dusun Gusidi, dusun Gamsungi, dusun Toas dan sekitarnya.


Reporter: Tim Media

Exit mobile version