Halteng — Desa Kulo Jaya melalui kegiatan Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) yang dikelola Kelompok Pokdakan Parahiangan bersama BUMDes Trans Sejahtera, Halmahera Tengah mulai melaksanakan panen perdana budidaya ikan air tawar sebanyak 500 kilogram.

Program ini merupakan bagian dari Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang terus menunjukkan hasil nyata dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Panen perdana tersebut, kelompok berhasil memasarkan berbagai jenis ikan dengan capaian yang cukup signifikan. Dari sektor industri, PT IWIP tercatat membeli ikan nila sebanyak 200 kilogram dengan harga Rp50.000 per kilogram, serta ikan patin sebanyak 200 kilogram dengan harga Rp35.000 per kilogram.

Selain itu, ikan hias jenis koi juga terjual sebanyak 500 ekor dengan harga Rp10.000 per ekor. Secara keseluruhan, panen perdana ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp22.000.000. Antusias masyarakat lokal juga terlihat melalui pembelian eceran.

Panen perdana oleh Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) di Desa Kulo Jaya, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Adam/RRI)

Ketua Kelompok Pokdakan Parahiangan, Harun, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak, khususnya melalui program RITD BUMDes Trans Sejahtera. “Kami berharap program ini terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa,” ujar Harun, Sabtu 11 April 2026.

Program budidaya ikan air tawar ini mendapat dukungan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Saat ini terdapat lima kolam aktif yang digunakan untuk membudidayakan berbagai jenis ikan.

Sementara itu, Fasilitator Monitoring dan Evaluasi, Iksan Basri, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan RITD. Menurutnya, hasil panen tidak seharusnya hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi perlu dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah.

“Seperti keripik ikan, amplang, dan berbagai olahan lainnya. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih berkelanjutan serta memenuhi kebutuhan rumah tangga kelompok penerima manfaat program TEKAD,” katanya.


Sumber: RRI Ternate