Halut – Perawatan tanaman jagung di kebun SAE Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tobelo menjadi salah satu program pembinaan kemandirian yang dijalankan oleh warga binaan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan.

Warga binaan diberikan keterampilan bertani yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Proses perawatan tanaman jagung meliputi beberapa tahapan penting, seperti pembersihan lahan, penyiangan gulma, pemupukan, serta penyiraman secara berkala.

Lahan yang digunakan merupakan area kosong di luar lingkungan Lapas Tobelo yang telah diolah agar subur dan siap ditanami. Setiap tahap perawatan dilakukan di bawah pengawasan petugas bimbingan kerja guna memastikan tanaman tumbuh optimal dan terlindung dari serangan hama.

Kepala Lapas Tobelo, Donni Isa Dermawan, Jumat 10 April 2026 mengatakan, program pertanian ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga binaan.

“Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal, tetapi juga dapat dijual kepada masyarakat sekitar apabila jumlahnya berlebih. Program ini turut memberikan manfaat ekonomi bagi lapas,” ujarnya.

Dengan adanya program perawatan tanaman ini, Lapas Tobelo berharap dapat terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

Ke depan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan dan lapas, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat sekitar.


Sumber: RRI Ternate