Halut – Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengimbau masyarakat tidak terprovokasi isu dugaan pernyataan anggota DPRD Maluku Utara yang viral, Selasa (31/3/2026). Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang menyeret nama legislator Arsandi Kitong di media.

Percakapan yang beredar luas tersebut memicu polemik karena diduga mengandung unsur SARA serta pernyataan bernada provokatif. Dalam isi pesan terdapat frase bernada keras yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi ajakan kekerasan di tengah masyarakat luas.

Kapolres menegaskan masyarakat perlu bijak dalam menyikapi informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak memperkeruh situasi. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan konten yang dapat menimbulkan keresahan serta konflik sosial di daerah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap tenang dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya. Ia meminta warga segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan informasi yang meragukan kebenarannya di media sosial.

Selain itu Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan menjaga keamanan serta tidak menyebarkan isu yang memecah belah persatuan. Ia menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga stabilitas daerah agar situasi tetap aman dan kondusif di Halmahera Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sedikitnya tiga tangkapan layar percakapan dari grup WhatsApp GAMKI Halmahera Utara telah beredar. Konten tersebut termasuk mengandung pernyataan yang berpotensi merugikan pihak tertentu dan memicu terjadinya di ruang digital public.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan tidak mengambil kesimpulan sepihak terhadap informasi yang belum jelas,” ucap Kapolres. Pihak kepolisian memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.


Sumber: RRI Ternate