Terkait Konflik di Halmahera, AJI Ternate Serukan Jurnalisme Harus Damai
Ternate – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate merupakan transformasi kepada seluruh insan pers di Maluku Utara untuk mengedepankan prinsip jurnalisme damai dalam meliput konflik di Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Tengah (Halteng).
Dalam situasi yang sensitif, jurnalis dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ruang publik tetap sehat, tidak memperkeruh keadaan, serta tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat memicu ketegangan baru.
Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, berharap seluruh jurnalis bekerja secara profesional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik. Setiap informasi yang disajikan harus akurat, berimbang, dan melalui proses verifikasi yang ketat.
“Kami ingatkan agar jurnalis tidak mengumbar kebencian, tidak menggunakan narasi provokatif, serta menghindari penyebutan identitas yang berpotensi memperparah konflik. Maka media harus menjadi penyejuk, bukan pemicu,” kata Yunita, Jumat 3 April 2026.
Selain itu, pemberitaan diharapkan berorientasi pada kepentingan publik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan persatuan. Ruang media harus dimanfaatkan untuk membangun pemahaman, bukan memperdalam perpecahan.
“AJI Ternate juga menyampaikan secara mendalam atas konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta keselamatan masyarakat,” katanya.
AJI menegaskan, pers memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik yang sehat dan kondusif. Oleh karena itu, jurnalisme harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sumber konflik.
Sumber: RRI Ternate



Tinggalkan Balasan