Halsel – Sultan Bacan XXII, Muhammad Irsyad Maulana Al-Baqir Sjah, menyampaikan surat resmi kepada Sri Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, dalam rangka peringatan Hari Jadi Tidore ke-918 yang diperingati pada 12 April 2026.

Dalam surat tersebut, Kesultanan Bacan menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa bagi Sultan Tidore, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, dan seluruh masyarakat Tidore.

“Dengan penuh takzim dan kerendahan hati, kami di Kesultanan Bacan menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Kota Tidore yang ke-918,” ucap Sultan Bacan dalam suratnya, yang dikutip pada Senin 13 April 2026.

Sultan Bacan menilai Tidore telah berdiri kokoh selama lebih dari sembilan abad sebagai wilayah yang menjaga amanah, marwah masyarakat, serta nilai-nilai agama dan adat. Keteguhan itu disebut sebagai cerminan kepemimpinan yang istiqamah di tengah perubahan zaman.

Dalam pesannya, Sultan Bacan juga memanjatkan doa agar Tidore terus menjadi wilayah kesultanan yang diberkahi dan mampu mempererat persatuan umat Islam di Nusantara melalui teladan kepemimpinan yang adil, bersih, dan berintegritas.

Selain itu, perhatian khusus diberikan terhadap budaya kebersihan yang dinilai tetap terjaga di Tidore. Menurut Sultan Bacan, kebersihan bukan sekadar aspek lahiriah, tetapi bagian dari iman dan cerminan peradaban yang tinggi.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Bersuci (kebersihan) adalah sebagian dari iman.” Menurutnya, budaya kebersihan yang dirawat masyarakat Tidore menjadi sebab turunnya keberkahan dan rahmat Allah SWT.

Kesultanan Bacan juga meyakini bahwa keteguhan dalam menjaga wilayah kesultanan yang disertai komitmen terhadap kebersihan dan keteraturan akan menjadikan Tidore sebagai contoh nyata bagi daerah lain di Nusantara.

Dalam bagian penutup surat, Sultan Bacan mendoakan agar Allah SWT senantiasa menurunkan keberkahan bagi Tidore dan Bacan, meneguhkan para pemimpin dalam keadilan dan amanah, serta menghimpun hati umat Islam dalam persatuan.

Peringatan Hari Jadi Tidore ke-918 tahun ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali jejak sejarah panjang Tidore sebagai salah satu kerajaan besar di kawasan timur Nusantara yang tetap hidup dalam tradisi, budaya, dan nilai kepemimpinan hingga saat ini.


Sumber: RRI Ternate