Halteng – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang diinisiasi Kementerian Desa (Kemendes) terus digalakkan sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan di tingkat bawah, dengan mengubah pola pikir petani dari konsumtif menjadi produktif.

Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi, Halmahera Tengah, Adam Basirun mengatakan program TEKAD memiliki sejumlah lokasi sasaran di Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku Utara yang mencakup Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Halmahera Barat. Program ini difokuskan pada sektor pertanian, pengolahan, dan perikanan.

“Khusus pengembangan ekonomi, tujuan utama program ini adalah memutus mata rantai kemiskinan di tingkat bawah. Petani yang sebelumnya bersifat konsumtif didorong menjadi produktif, misalnya melalui keterlibatan dalam demplot kelompok tani,” ujar Adam, Kamis 9 April 2026.

Ia menjelaskan, program TEKAD memiliki tiga komponen utama, yakni dana investasi, rumah inovasi, dan demplot (demplot) dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa kebutuhan penunjang pertanian.

“Khusus di Halmahera Tengah, terdapat 37 desa yang menjadi sasaran program. Saat ini, sebagian petani masih dalam tahap perawatan, sementara lainnya sudah memasuki masa panen. Contohnya di Weda Selatan, petani melon mampu menghasilkan hingga 13 ton berkat bantuan program ini,” katanya.

Lebih lanjut, kata Adam bahwa pasca panen, para petani didorong untuk terus melakukan penanaman secara berkelanjutan. Bantuan dari pemerintah pusat dinilai memberikan dampak positif, khususnya bagi petani dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.


Sumber: RRI Ternate