Bentrokan Warga Lokal dengan WNA di Morowali Disebabkan Kampung Mereka Dikepung Debu Tebal

Morowali – Bentrokan yang melibatkan warga lokal dengan warga negara asing (WNA) di wilayah perbatasan Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) dan perbatasan Konawe Utara (Sulawesi Tenggara) pada Jumat, 2 Oktober 2026 kemarin, adalah protes dari warga Matarape soal debu jalan hauling yang melintas di perkampungan mereka.

Sekitar 50 orang warga Desa Matarape, Kecamatan Sombori, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, mendatangi lokasi perusahaan untuk melakukan aksi protes pada dua menajemen perusahaan, yaitu PT Anugrah Sakti Konstruksi (Askon) dan PT Astima Konstruksi.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar perusahaan segera menyirami jalanan yang dilintas truck besar yang memasuki perkampungan mereka sekligus memberikan biaya ganti rugi atau biaya kompensasi perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak polusi udara.

Menurut beberapa pendemo perusahaan sengaja abaikan polusi udara dan membiarkan jalanan mereka dipenuhi dengan debu tebal yang ditimbulkan oleh aktivitas truck pengangkut material (jalan hauling) perusahaan yang keluar masuk di pemukiman perkampungan dan mengganggu kesehatan warganya.

Sejumlah warga melempari alat berat jenis dump truck milik perusahaan tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (2/10/2026). (Foto: FB/iGMtv)

Dalam akisnya itu sempat tertunda karena tiba-tiba waktu ibadah sholat jumat sekaligus menunggu dialog dengan jajaran menajemen perusahaan. Namun tiba-tiba aksi brutal itu meledak disaat beberapa warga negara asing (WNA) dari warga negara china yang merusak beberapa mobil milik pendemo yang terparkir di badan jalan milik perusahaan.

Aksi perusakan itu sempat dilerai oleh pihak keamanan perusahaan. Namun mereka tetap ngotot menggerakan alat berat sejenis eksavator  untuk menghancurkan beberpa unit mobil milik pendemo.

Melihat kondisi mobil rinsek dan rusak berat, massa mulai terpancing emosi dan menyerang ke befak perushaan untuk mencari beberapa tenaga kerja asing, namun keburu dievakuasi oleh pihak perusahaan. Aksi warga mulai melakukan perusakan dalam perusahaan yaitu menghancurkan beberapa unit dump truck yang terparkir, termasuk membakar beberapa unit mobil LV, dan membakar beberapa alat berat seperti ekscavator dan motor graider.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini bersama personel Polres Konawe Utara  langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi melalui pendekatan persuasif serta meminta seluruh masyarakat menahan agar diri.

Hingga berita ini dipublikasi, situasi di lokasi perusahaan sudah kondusif dan normal kembali.

Para pelaku perusakan dari kedua belah pihak baik dari WNA saat ini sedang diperiksa oleh kepolisian setempat. Mereka akan di jadwalkan di pulangkan ke negara asal, karena dikhwatirkan akan terjadi bentrokan susulan, karena ulah beberapa oknum WNA tersebut.

Polisi setempat juga tidak mau mengambil resiko, mereka juga meminta pada pihak perusahaan agar segera memulangkan para tenaga kerja Asing tersebut ke negara asalnya.


Reporter: Amin R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *