Ternate – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan guna menjaga tradisi dan warisan budaya daerah.

Momentum Hari Jadi Tidore ke-918 yang diperingati pada 12 April 2026, menurut Budi, menjadi penguat kolaborasi berbagai pihak dalam melestarikan tradisi sekaligus meneguhkan jati diri masyarakat Tidore.

“Kemenkum Malut terus menjalin dan memperkuat sinergi dengan Pemkot Tidore, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga tradisi dan warisan budaya melalui pelindungan kekayaan intelektual,” ujar Budi, Minggu 12 April 2026.

Ia menjelaskan, Tidore memiliki beragam ekspresi budaya yang bernilai tinggi, seperti tradisi Koro Dun menjelang pernikahan, Kabata Dutu sebagai nyanyian berbalas dalam kegiatan gotong royong, Sone Mabutu berupa ritual tahlilan, serta Hoi Durian Masou sebagai bentuk syukur atas musim panen durian.“Ragam tradisi ini perlu dilestarikan melalui pelindungan kekayaan intelektual agar tetap terjaga dan tidak hilang,” ujarnya.

Senada, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Rian Arvin, menyebut pihaknya terus mengidentifikasi potensi kekayaan intelektual komunal, mulai dari ekspresi budaya tradisional, pengetahuan lokal, hingga indikasi geografis dan indikasi asal.

Selain itu, Kemenkum Malut juga aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha terkait pelindungan bisnis melalui pendaftaran merek, paten, desain industri, serta hak cipta. Kegiatan ini melibatkan UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga komunitas masyarakat.

“Kami mendorong pelaku usaha, kampus, dan masyarakat di Tidore untuk melindungi kekayaan intelektualnya, termasuk melalui merek kolektif koperasi merah putih. Ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk,” kata Rian.

Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi Tidore menjadi momentum strategis untuk memperkuat pelindungan kekayaan intelektual, baik komunal maupun personal, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta daya saing daerah berbasis potensi lokal.


Sumber: RRI Ternate