Program TEKAD Bantu Petani, Panen Terong 600 Kilo Lebih
Halteng –Kelompok penerima manfaat di Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, berhasil memanen terong sebanyak 615 kilogram pada panen awal melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Hasil panen tersebut berasal dari lahan demplot (percontohan) yang dikelola secara teratur dan berkelanjutan oleh para petani setempat.
Salah satu petani, Akere Mailingi, mengungkapkan bahwa panen terong telah dilakukan sebanyak empat kali di lahan pertama. Ia juga menyebutkan bahwa kelompok tani memiliki dua lahan demplot yang berdekatan sehingga memudahkan proses pengelolaan.
“Panen ini sudah empat kali dengan total 615 kilogram. Ini baru dari satu lahan, sementara lahan kedua juga sudah kami siapkan agar panen bisa terus berlanjut,” ujar Akere, Rabu 8 April 2026.
Ia menambahkan, setelah panen dilakukan, lahan langsung diolah kembali untuk penanaman berikutnya guna menjaga kesinambungan produksi.
Hasil panen dijual di Pasar Weda dengan harga Rp10.000 per kilogram. Dari empat kali panen, petani memperoleh pendapatan sekitar Rp6.150.000, yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.“Hasil ini sangat membantu kami. Sampai sekarang kami masih panen setiap dua hingga tiga hari sekali,” katanya.

Program TEKAD dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya petani. Selain bantuan sarana pertanian, para petani juga mendapatkan pendampingan mulai dari teknik budidaya, pengelolaan usaha tani, hingga pemasaran hasil panen.
Ke depan, kelompok tani Desa Sosowomo berencana mengembangkan komoditas lain seperti cabai dan tomat untuk meningkatkan keberagaman hasil pertanian sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar.
Fasilitator kecamatan, Rukmana, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi petani agar mampu berkembang dan mandiri.“Kami terus membantu petani dengan memberikan solusi atas kendala yang dihadapi. Harapannya, bertani bisa menjadi pekerjaan utama yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rahmi, menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendorong perubahan pola bertani dari musiman menjadi berkelanjutan.
“Kami ingin petani merasakan manfaatnya secara langsung. Dengan sistem berkelanjutan, pendapatan mereka bisa lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Rahmi, mengakhiri.
Sumber: RRI Ternate



Tinggalkan Balasan