Wakapolda Malut: Petugas Keamanan Pastikan Redam Eskalasi Konflik di Halteng
Ternate – Petugas keamanan bersama jajaran pemerintah daerah di Maluku Utara (Malut) bergerak cepat meredam meluasnya konflik sosial usai insiden yang menewaskan seorang warga di Kabupaten Halmahera Tengah.
Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun di hadapan warga, Minggu (5/4/2026), menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan dan berkomitmen mengungkap pelaku pembunuhan secara maksimal.
Ia mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) yang beredar.
“Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA,” ujar Wakapolda.
Pernyataan serupa juga disampaikan Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, yang menyatakan turut berduka cita dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
Ia menegaskan bahwa TNI siap membantu Polri dalam menuntaskan permasalahan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara.
Menurut dia, Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangaji juga mengumumkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan antara pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat dengan perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo.
“Langkah ini diharapkan menjadi forum mediasi yang konstruktif guna meredam ketegangan dan mencegah konflik susulan,” ujarnya.
Menurut dia, dengan sinergi yang solid antara aparat keamanan dan pemerintah daerah diharapkan situasi di Halmahera Tengah segera kembali kondusif tanpa adanya eskalasi konflik lebih lanjut.
Sebelumnya, Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), secara langsung mengawal proses pemakaman korban sekaligus melakukan mitigasi kepada warga Desa Banemo, Sabtu (4/4/2026).
Rombongan Forkopimda terlebih dahulu menuju lokasi pemakaman jenazah korban asal Desa Sibenpopo. Pengawalan dan pengamanan ketat dilakukan aparat gabungan TNI-Polri untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban sekaligus mengantisipasi potensi aksi spontanitas dari massa selama prosesi berlangsung.
Usai pemakaman, tim bergerak ke Desa Banemo untuk mengecek rumah korban kebakaran di Desa Sibenpopo, serta melakukan mitigasi dan negosiasi sosial dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan warga setempat.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Desa Banemo, para pimpinan daerah secara bergantian menyampaikan arahan yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan.
Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menegaskan bahwa kehadiran Forkopimda merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan konflik. Ia meminta warga agar menyerahkan senjata tajam dan senjata rakitan kepada pemerintah untuk dimusnahkan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dalam semangat usai Idul Fitri 1447 Hijriah, serta menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas.
Sumber: Antara



Tinggalkan Balasan