Ternate – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengapresiasi capaian indeks Kebhinekaan sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di daerahnya yang melampaui rata-rata nasional. Capaian tersebut Merujuk pada hasil Asesmen Nasional 2025.

“Ini sangat menggembirakan. Kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter. Capaian ini menandai keberhasilan sekolah dalam membangun nilai-nilai Kebhinekaan,” ujar Abubakar saat dikonfirmasi, di Ternate, Rabu 2 April 2026.

Sehari sebelumnya Abubakar didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sofyan, melakukan pemantauan awal pembelajaran di SMA Negeri 4 Ternate. Ia menerima laporan Rapor Pendidikan SMA Negeri 4 Ternate yang menunjukkan sejumlah indikator penting berada pada kategori “hijau”, seperti literasi, numerasi, kualitas pembelajaran, iklim inklusivitas, hingga indeks kebhinekaan.

Menurutnya, capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap sekolah semakin tinggi. “Kami berharap hasil Rapor Pendidikan ini benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” katanya.

Meski demikian, Abubakar mengingatkan masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi, di antaranya fasilitas penerangan ruang belajar, kebersihan toilet, serta pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Terkait indeks kebhinekaan, ia menegaskan seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara telah berada pada kategori hijau. Capaian ini dinilai sebagai prestasi penting yang harus dipertahankan secara berkelanjutan.

“Kami menitipkan kepada seluruh sekolah agar terus mendorong tumbuhnya ekosistem kebinekaan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran guru dan siswa sebagai teladan dalam membangun toleransi dan hubungan sosial yang inklusif. Menurutnya, praktik kehidupan harmonis di sekolah harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Waktu di sekolah hanya sekitar enam hingga tujuh jam. Oleh karena itu, nilai-nilai kebinekaan harus terus dihidupkan di masyarakat. Guru dan siswa harus menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem tersebut,” kata Abubakar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selanjutnya akan terus melakukan monitoring dan pengawasan guna memastikan terbentuknya karakter berbasis kebinekaan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan sekaligus kehidupan sosial masyarakat.


Sumber: RRI Ternate