Halsel – Kapal Bahtera Seva II milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjangkau sekitar tujuh hingga delapan pulau di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, untuk mempermudah masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh layanan perbankan, Senin (26/10/2026).
Layanan tersebut mencakup transaksi tabungan, transfer uang, hingga pengajuan kredit usaha, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kehadiran kapal ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses menuju kantor layanan perbankan.
Mantri BRI Unit Bacan, Wiranto Jumran, mengatakan pelayanan Kapal Bahtera Seva II dilakukan secara terjadwal dengan mengunjungi sejumlah desa di wilayah kepulauan Halmahera Selatan.
“Untuk pelayanan perbankan di wilayah Halmahera Selatan, kami mengunjungi sekitar tujuh sampai delapan pulau,” ujarnya
Ia menjelaskan, pada minggu pertama hingga minggu ketiga, pelayaran dimulai setiap Senin dengan tujuan Desa Bajo dan Desa Lelei. Pada Selasa, kapal melayani masyarakat di Desa Madopolo, kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Gane Dalam dan Desa Pasipalele pada Rabu.
Selanjutnya, pada Kamis, pelayanan dilakukan di Desa Saketa, sedangkan pada Jumat kapal menjangkau masyarakat di Desa Kayoa Guruapin.
Sementara itu, pada minggu keempat, kapal tetap beroperasi dari Senin hingga Jumat dengan penyesuaian rute. Pelayaran dimulai dengan mengunjungi Desa Bajo dan Desa Lelei pada Senin, dilanjutkan ke Desa Madopolo pada Selasa.
Pada Rabu, pelayanan menjangkau Desa Dowora dan Desa Pasipalele. Kapal kemudian menuju Desa Saketa pada Kamis dan Desa Kayoa Busua pada Jumat.
Dalam menjalankan pelayanan tersebut, petugas menghadapi tantangan geografis, terutama keterbatasan dermaga dan akses transportasi antardesa. Tidak semua lokasi dapat dijangkau langsung oleh kapal sehingga petugas harus menggunakan perahu kecil untuk mencapai masyarakat.
“Kalau ada dermaga yang tidak bisa disinggahi kapal, kami harus menggunakan perahu untuk menuju desa. Dari satu desa ke desa lainnya juga terkadang harus menggunakan perahu,” kata Wiranto.
Selain kondisi geografis, cuaca buruk dan gangguan teknis selama perjalanan juga menjadi kendala. Ombak tinggi, hujan, hingga mesin perahu yang tiba-tiba mati dapat menghambat perjalanan petugas menuju lokasi pelayanan.
Meski demikian, Wiranto mengatakan keberadaan kapal tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena membantu memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, khususnya bagi warga yang menjalankan usaha di wilayah terpencil.
“Dari yang saya lihat dan dengar langsung dari masyarakat, layanan ini sangat membantu. Terutama bagi nasabah yang memiliki usaha di sektor pertanian maupun sektor lainnya dan membutuhkan perputaran modal,” ungkapnya.
Menurut dia, layanan tersebut juga memudahkan masyarakat melakukan transaksi tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk menjangkau fasilitas perbankan.
“Adanya kapal ini sangat membantu masyarakat yang berada di desa-desa terpencil, terutama ketika mereka membutuhkan layanan transfer uang, menabung, maupun mengakses pembiayaan untuk usaha,” pungkas Wiranto
Dari sisi pembiayaan, Wiranto menyebutkan dirinya mengelola lebih dari 30 nasabah yang mengajukan kredit. Sementara itu, jumlah nasabah yang dilayani melalui operasional Kapal Bahtera Seva II secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Untuk mendukung pelayanan, kapal tersebut dioperasikan oleh empat petugas, terdiri atas satu petugas layanan pelanggan (customer service), satu teller, serta dua petugas bagian bisnis dan pemasaran.
Melalui layanan perbankan bergerak ini, BRI berupaya mendekatkan akses keuangan kepada masyarakat di wilayah kepulauan Halmahera Selatan, sehingga warga, termasuk pelaku usaha di desa terpencil, dapat lebih mudah memanfaatkan layanan perbankan tanpa harus selalu mendatangi kantor layanan yang berada jauh dari tempat tinggal mereka.
Reporter: Eris

